Chat with us, powered by LiveChat

Rabu, 24 Mei 2023

4 Gunung Berapi yang Masih Aktif di Indonesia

 



Terdapat banyak gunung api di Indonesia yang tersebar luas di Sumatera, Jawa, Sulawesi dan Lombok. Hal ini disebabkan letak geografis negara kita yang berada di atas tiga lempeng tektonik, antara lain samudra Eurasia, Indo-Australia, dan Pasifik.

Banyaknya gunung berapi di Indonesia juga berpengaruh terhadap kesuburan tanah, terutama setelah terjadi letusan gunung berapi. Magnesium dan potasium dari letusan gunung berapi dapat meningkatkan kesuburan tanah, seperti dikutip dari WorldAtlas.com.

Di sisi lain, letusan gunung berapi juga dapat mengancam keselamatan manusia dan tergolong bencana alam. Nah pada artikel kali ini kita akan membahas beberapa gunung api aktif yang ada di Indonesia, berikut empat diantaranya.


1. Gunung Semeru



Ketinggian Gunung Semeru adalah 3676 mdpl. Gunung Semeru baru saja meletus lagi, tepatnya  Minggu lalu. Kompas.com awan panas  (APG) bergerak tujuh kilometer  tenggara dan selatan puncak Kawah Jonggring Saloko akibat letusan Gunung Semeru. Selain itu, erupsi juga menyemburkan gumpalan abu  kelabu  dengan intensitas sedang hingga tebal hingga 1,5 kilometer dari puncak kawah. 

Bahkan letusan Gunung Semeru diikuti  delapan kali gempa dengan amplitudo 18-22 mm dan durasi 65 120 detik. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau  warga untuk tidak melakukan tindakan di sektor tenggara  Besuk Kobokan, 13 kilometer dari puncak. Menengok sejarahnya Gunung Semeru mengalami banyak letusan sejak tahun 1818.



2. Gunung Merapi



Gunung Merapi terletak di dua provinsi, Jawa Tengah dan Yogyakarta. Ketinggian gunung ini  mencapai 2930 mdpl. Sepanjang sejarahnya, Gunung Merapi telah mengalami  68 kali letusan sejak tahun 1548. 

Dari Rukita.com, gunung tersebut meletus selama 120 jam tanpa henti pada tahun 1872, bahkan pada tahun 1930, letusan tersebut merenggut nyawa hingga 1.367 orang.


3. Gunung Sinabung



Gunung Sinabung terletak di Dataran Tinggi Karo Sumatera Utara dengan ketinggian 2.460 meter di atas permukaan laut. Padahal, gunung ini belum pernah mengalami letusan sejak tahun 1600-an. Namun sejak 2010, gunung itu kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya. Letusan terakhir Gunung Sinabung terjadi pada tahun 2021, dimana kepulan abunya mencapai lebih dari 5.000 meter dan membawa awan panas yang mencapai Sungai Lau Borus di sektor tenggara.


4. Gunung Anak Krakatau



Awalnya gunung ini bernama Krakatau sebelum terjadi letusan hebat pada tahun 1883. Letusan Gunung Krakatau berjarak 4.600 km dari pusat letusan. Letusan tersebut menghancurkan Gunung DanaGunung Perbuwata dan sebagian Gunung Rakata, separuh kerucutnya hilang, dan menciptakan cekungan selebar 7 kilometer dan kedalaman 250 meter. Letusan itu memicu tsunami setinggi 40 meter. Pada tahun 1927, sekitar 44 tahun setelah meletusnya Gunung Krakatau, gunung api bernama Anak Krakatau meletus dari  kaldera purba  dan terus aktif dan bertambah  setiap bulannya. Tingkat pertumbuhannya sekitar 0,5 meter (20 inci) per bulan.

Selasa, 23 Mei 2023

4 Fakta Unik Gunung Api di Dunia, Apa Saja?

 



Indonesia merupakan negara yang berada di wilayah cincin api atau ring of fire. Selain itu, Indonesia juga terletak di antara beberapa lempengan tektonik.

Maka tak heran, Indonesia memiliki gunung api aktif terbanyak di dunia dan NBC News bahkan pernah menyatakan bahwa Indonesia merupakan negara yang berbahaya untuk dapat dikatakan rumah.

Namun perlu diketahui pula, Indonesia tidak sendirian. Ternyata ada beberapa negara lain yang juga memiliki wilayah di daerah patahan lempeng dan ring of fire serta memiliki banyak gunung api yang aktif.

Dikutip dari Smithsonian Institution Global Volcanism Program dan Statista, Indonesia memang memiliki 58 gunung api aktif yang menjadikannya terbanyak di dunia. Akan tetapi, dibawahnya ada Jepang dengan 44 gunung api aktif, serta Amerika Serikat dengan 42 gunung api yang aktif.

Selain itu, adapula beberapa fakta menarik mengenai gunung api yang telah dirangkum oleh Context.


Gunung Teraktif di Dunia Saat Ini, Bukan dari Indonesia

Diketahui, gunung api teraktif di dunia juga bukan dari Indonesia, melainkan Amerika Serikat. Melansir Wanderlust UK, Gunung Kilauea di Pulau Hawaii sudah bererupsi sejak 1983 dan membuatnya menjadi gunung api teraktif sejauh ini.

Maka dari itu, penduduk setempat sudah belajar untuk hidup bersama erupsi gunung api itu serta menata ulang perjalanan mereka ketika aliran lava yang memotong jalan raya. Bahkan, pergerakan lava tersebut kini sudah menjadi atraksi wisatawan yang mengunjungi Hawaii.


Gunung Api Aktif Terlama di Dunia, Sudah Jadi Tempat Wisata

Gunung api Yasur Volcano yang berada di ujung tenggara Pulau Tanna di Vanuatu Yasur, sudah meletus sejak Kapten Cook mengamati letusan abu di tahun 1774. Dengan demikian, ilmuwan berspekulasi bahwa gunung api ini sudah meletus lebih dari 800 tahun.

Menariknya, karena sudah begitu lama melakukan erupsi, pengunjung sudah bisa melihat Yasur Volcano dari tepi gunung dan membuat gunung api ini menjadi salah satu gunung berapi yang paling mudah diakses di dunia.

Selain itu, pengunjung juga bisa mengirim surat dari satu-satunya kotak pos di dunia yang memiliki gunung berapi yang hidup.


Gunung Merapi Masih Menjadi Salah Satu Gunung Teraktif

Gunung Merapi adalah satu gunung api yang paling aktif di dunia. Dilansir dari Tempo, Gunung Merapi memang bukan gunung api yang paling aktif ataupun yang paling berbahaya, tetapi letusan gunung yang berlokasi di Jawa Tengah ini telah menewaskan 353 orang dan membawa awan panas hingga 15 km jauhnya pada 2010 silam.


Gunung Api Dengan Letusan Terhebat Berasal dari Indonesia

Indonesia terkenal akan letusan Gunung Krakatau pada tahun 1883 silam. Namun siapa sangka dilansir dari Tempo, Indonesia pernah mengalami letusan yang lebih besar lagi pada 1815.

Pada 10-11 April 1815, Gunung Tambora yang berada di Pulau Sumbawa, Indonesia meletus. Lima puluh kilometer kubik magma keluar dari mulut gunung api dan membuat lapisan abu dengan ketebalan lebih dari 1 cm jatuh di Indonesia dan Laut Jawa.

Sekitar 10 ribu orang tewas karena magma dan tsunami karena cairan gunung api yang masuk ke laut. Kerugian pertanian dari endapan abu tebal mengakibatkan kelaparan dan penyakit, menyebabkan 82 ribu orang lainnya merenggung nyawa.



editor : qiuslot88.com



Senin, 22 Mei 2023

6 Fakta Menarik Cabo Verde

  

6 Fakta Menarik Cabo Verde, Negara di Afrika dengan Pesona Gunung Api



Cabo Verde, juga disebut Tanjung Verde adalah negara yang terdiri dari gugusan pulau yang terletak di lepas pantai barat Afrika. Praia, di Santiago adalah ibu kotanya. 

Mengutip dari Britannica, Jumat (5/5/2023), Cabo Verde dinamai dari tanjung paling barat Afrika, Tanjung Verde yang dalam bahasa Prancis yaitu Cap Vert, terletak di dekat Senegal dan merupakan titik terdekat di benua itu. Pelabuhan terbesar di kepulauan ini terletak di Mindelo, São Vicente.

Pelabuhan laut dalamnya menampung kapal yang cukup besar dan telah digunakan sebagai stasiun pengisian bahan bakar sejak abad ke-19. Setelah memperoleh kemerdekaan, Cabo Verde awalnya memilih untuk bergabung dengan Guinea-Bissau. Tetapi setelah kudeta tahun 1980 di Guinea-Bissau, pemerintah setempat membatalkan rencana persatuan dengan Guinea-Bissau.

Masih banyak hal mengenai Cabo Verde, berikut enam fakta menarik Cabo Verde yang dirangkum Liputan6.com pada Jumat (5/5/2023)


1. Memiliki Gunung Api Aktif

Dataran kepulauan Cabo Verde bervariasi dari pulau-pulau datar yang lebih tua secara geologis di timur dan pulau-pulau yang lebih baru dan bergunung-gunung di barat. Pulau-pulau timur Boa Vista, Maio, dan Sal, misalnya, telah terkikis berat oleh angin dari waktu ke waktu dan sangat berpasir dan datar.

Daratan lainnya sangat berbatu, bergerigi, dan bergunung-gunung. Hampir seperempat dari luas daratan adalah batuan asal vulkanik dengan basal adalah jenis yang umum. Lebih dari tiga per lima tanahnya gersang dan kurang humus

Terdapat gunung api aktif di Pulau Fogo yaitu Pico, menjulang setinggi 2.829 mdpl dan merupakan titik tertinggi di negara itu. Di pulau utara Santo Antão, terdapat pula gunung Tope de Coroa yang tingginya mencapai 1.979 meter mdpl.


2. Etnis di Cabo Verde Campuran Eropa




Mayoritas penduduk Cabo Verde adalah keturunan campuran Eropa dan Afrika dan sering disebut sebagai mestiço atau Crioulo. Ada juga minoritas Afrika, yang meliputi suku Fulani (Fulbe), Balante, dan Mandyako. Pop kecil

Kekeringan parah serta kelaparan di pertengahan abad ke-20 menyebabkan hampir 200 ribu kematian. Di São Nicolau dan Fogo diperkirakan 31 persen dari seluruh populasinya berkurang.

Hanya dalam dua tahun yakni pada 1946-1948 populasi di kota Santiago kehilangan sekitar 65 persen. Ribuan penduduk beremigrasi ke São Tomé dan Príncipe. Hal tersebut membuat banyak orang Cabo Verde tinggal di luar negeri dibandingkan di negaranya sendiri.


3. Bahasa Resminya Portugis 

Para pelaut Portugis tiba di pulau São Tiago (Santiago) dan menjadikannya sebagai pos perdagangan penting untuk budak, gading, emas, senjata api, rum, dan kain. Negara ini menjadi koloni Portugis dari 1495 hingga 1975 ketika merdeka. Bahasa Portugis masih menjadi bahasa resmi negara tersebut.


4. Wisata di Cabo Verde




Daya tarik yang luar biasa dari Cabo Verde memang gunung apinya. Namun berjalan kaki singkat ke selatan pusat kota Sal Rei, pantai yang indah ini memiliki perairan biru kehijauan dan pasir putih, menjadikannya tempat yang bagus untuk jalan-jalan seharian.

Mengutip dari Lonely Planet Afrika, beberapa bar pantai menyajikan makanan laut, makanan ringan, dan minuman, dengan meja dan kursi santai di atas pasir. Beberapa tempat di sini menyewakan perlengkapan papan dayung, papan selancar, kayak dan memberikan pelajaran selancar, selancar layang, selancar angin, dan berlayar.


5. Fauna di Iklim Kering Cabo Verde

Ada lebih dari 100 spesies burung yang diketahui hidup di Cabo Verde, termasuk empat spesies petrel dan dua burung penciduk, berkembang biak secara teratur. Spesies burung lainnya termasuk flamingo yang lebih besar, burung fregat dan elang (namun keduanya hampir punah), burung nasar Mesir, burung layang-layang Kepulauan Tanjung Verde, dan burung tropis berparuh merah.

Beberapa burung lain diwakili oleh spesies lokal, di mana burung kingfisher termasuk yang paling mencolok. Namun, satu-satunya spesies yang benar-benar endemik adalah cane warbler dan raso lark. 


6. Kuliner di Cabo Verde




Mengutip dari tasteatlas, Jumat (5/5/2023), Polvo a modo ze de lino adalah hidangan tradisional yang berasal dari Tanjung Verde. Rebusan ini biasanya dibuat dengan kombinasi gurita, tomat, bawang merah, bawang putih, cabai (biasanya habanero), minyak, dan daun salam.

Cara membuatnya, gurita dicuci dan dipotong-potong lalu dimasukkan ke dalam panci berisi minyak dan daun salam. Bahan-bahan dimasak sekitar setengah jam sebelum dicampur dengan tomat, bawang putih, bawang potong dadu, dan cabai.

Rebusan direbus dengan api sedang sambil sesekali diaduk hingga kuah mengental dan semuanya empuk. Dianjurkan untuk menyajikan hidangan dengan jagacida (nasi dan kacang-kacangan) dan salad hijau segar di sampingnya.

Selain itu ada Gufong, makanan ringan atau makanan penutup tradisional yang berasal dari Tanjung Verde. Jajanan ini biasanya dibuat dengan campuran tepung terigu, gula pasir, garam, tepung jagung, baking powder, dan minyak. Bahan-bahan tersebut direbus dalam air sampai semuanya tercampur, dan campuran tersebut kemudian dibiarkan dingin.

Setelah dingin, potongan kecil adonan digulung menjadi batang kayu yang digoreng dengan minyak panas hingga berwarna cokelat keemasan. Gufong dikeringkan di atas tisu dan dinikmati dengan kopi atau teh di sampingnya. Jika diinginkan, sajikan gufong dengan gula bubuk atau sirup cokelat sebagai suguhan sore yang manis.



Editor : qiuslot88.com

Minggu, 21 Mei 2023

Gunung Sumbing: Keindahan Alam dan Tantangan Mendaki yang Menantang

 



Gunung Sumbing, salah satu gunung tertinggi di Pulau Jawa, Indonesia, telah menjadi magnet bagi para pendaki dan pecinta alam. Dengan pemandangan yang menakjubkan dan tantangan mendaki yang menantang, Gunung Sumbing menawarkan pengalaman tak terlupakan bagi siapa saja yang ingin menjelajahi keindahan alam Indonesia. Artikel ini akan menjelaskan mengapa Gunung Sumbing layak untuk dimasukkan dalam daftar destinasi wisata pendakian Anda.


1. Keindahan Alam yang Memikat:

Gunung Sumbing terletak di Jawa Tengah dan menawarkan pemandangan alam yang menakjubkan. Dari puncaknya yang mencapai ketinggian 3.371 meter di atas permukaan laut, Anda dapat menyaksikan pemandangan spektakuler, termasuk lembah hijau yang subur, pepohonan yang menjulang tinggi, dan kabut yang membelai perbukitan.



2. Tantangan Mendaki yang Menantang:

Mendaki Gunung Sumbing tidaklah mudah. Rute pendakian yang terjal dan medan yang berbatu membuat pendakian ini cocok bagi mereka yang mencari tantangan. Anda akan melintasi hutan tropis yang lebat, menghadapi jalur berliku yang menantang, dan melintasi jurang yang menegangkan. Namun, semua usaha dan keringat yang Anda keluarkan akan terbayar dengan pemandangan luar biasa yang akan Anda temui di puncak.


3. Rute Pendakian yang Tersedia:

Ada beberapa rute pendakian yang dapat dipilih untuk mencapai puncak Gunung Sumbing. Rute utama melalui Desa Garung, di Kabupaten Magelang, adalah yang paling populer. Rute ini menawarkan pemandangan yang indah dan fasilitas yang memadai untuk para pendaki. Selain itu, terdapat rute pendakian melalui Desa Sumbing di Kabupaten Temanggung yang juga menarik untuk dijelajahi.


4. Kekayaan Flora dan Fauna yang Mengagumkan:

Gunung Sumbing juga menyimpan kekayaan flora dan fauna yang mengagumkan. Di sepanjang perjalanan pendakian, Anda dapat menjumpai berbagai jenis tumbuhan langka, seperti Edelweis Jawa dan pohon pinus yang menjulang tinggi. Tidak jarang pula Anda akan melihat beberapa spesies burung dan hewan liar yang hidup di kawasan ini.





5. Perkemahan dan Tempat Istirahat:

Selama pendakian, Anda akan menemui beberapa tempat perkemahan dan tempat istirahat yang disediakan oleh pihak pengelola. Ini memungkinkan Anda untuk beristirahat sejenak, mengisi tenaga, dan menikmati pemandangan sekitar sebelum melanjutkan pendakian ke puncak.


6. Persiapan dan Perhatian yang Diperlukan:

Sebelum mendaki Gunung Sumbing, pastikan Anda telah melakukan persiapan yang matang. Bawa peralatan dan perlengkapan yang sesuai, seperti sepatu gunung yang kuat, pakaian hangat, dan perbekalan yang cukup. Pastikan pula untuk mengikuti panduan dan instruksi dari para pemandu pendakian yang berpengalaman.



Kesimpulan:

Gunung Sumbing adalah destinasi pendakian yang menarik bagi para petualang dan pecinta alam. Dengan keindahan alam yang memikat, tantangan mendaki yang menantang, serta kekayaan flora dan fauna yang mengagumkan, Gunung Sumbing menawarkan pengalaman yang tak terlupakan. Jika Anda mencari petualangan yang memacu adrenalin dan ingin menikmati keindahan alam Indonesia, tambahkan Gunung Sumbing ke dalam daftar destinasi wisata pendakian Anda.


Sabtu, 20 Mei 2023

Gunung Krakatau: Membongkar Fakta-Fakta Menakjubkan tentang Pemusnahan dan Kehidupan Baru

Gunung Krakatau, sebuah ikon alam yang terkenal di Indonesia, telah menjadi saksi bisu dari peristiwa sejarah yang menakjubkan. Letusan dahsyat pada tahun 1883 memusnahkan kepulauan yang ada di sekitarnya, tetapi juga menciptakan kehidupan baru yang menarik bagi peneliti dan pecinta alam. Dalam artikel ini, kami akan membongkar fakta-fakta menarik tentang Gunung Krakatau, serta kehidupan yang muncul di tengah reruntuhan.



1. Letusan Dahsyat:

Pada tanggal 27 Agustus 1883, Gunung Krakatau meledak dengan kekuatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Letusan tersebut menghasilkan gelombang tsunami raksasa yang merenggut nyawa ribuan orang. Suara letusannya terdengar sampai ke Australia dan Inggris, menjadikannya salah satu letusan gunung berapi terdahsyat dalam sejarah manusia.


2. Pembentukan Pulau Baru:

Setelah letusan tersebut, tiga pulau baru muncul di sekitar Gunung Krakatau: Rakata, Sertung, dan Panjang. Rakata, yang merupakan pulau terbesar, terbentuk dari material vulkanik yang dikeluarkan selama letusan. Pulau baru ini menyuguhkan pemandangan yang menakjubkan bagi pengunjung yang datang ke tempat ini.


3. Reklamasi Kehidupan:

Meskipun kehancuran yang disebabkan oleh letusan, Gunung Krakatau menjadi rumah bagi kehidupan baru. Tanaman, burung, dan hewan laut mulai mendiami pulau-pulau baru ini. Pertumbuhan alga dan terumbu karang juga mengalami perkembangan yang signifikan di sekitar perairan Gunung Krakatau, menyajikan ekosistem yang kaya dan bervariasi.


4. Penelitian Vulkanologi:

Gunung Krakatau telah menjadi objek penelitian yang menarik bagi para vulkanolog. Mereka mempelajari aktivitas vulkanik dan dinamika gunung berapi untuk memahami proses alami di balik letusan dan pembentukan pulau baru. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman kita tentang perubahan lingkungan dan potensi ancaman yang mungkin ditimbulkan oleh gunung berapi aktif.


5. Taman Nasional Krakatau:

Untuk melindungi keanekaragaman hayati yang ada di Gunung Krakatau, Taman Nasional Krakatau didirikan pada tahun 1980. Taman nasional ini meliputi area di sekitar Gunung Krakatau dan pulau-pulau terdekat. Para pengunjung dapat menikmati keindahan alam, berkeliling pulau, menyelam di perairan yang indah, dan mempelajari kehidupan baru yang muncul setelah letusan.





6. Daya Tarik Wisata:

Gunung Krakatau menawarkan daya tarik wisata yang luar biasa bagi para pengunjung. Pendakian ke puncak gunung menyajikan pemandangan spektakuler dari pulau-pulau sekitarnya dan samudra yang luas. Selain itu, menyelam di sekitar Gunung Krakatau memberikan pengalaman yang tak terlupakan dengan keanekaragaman bawah laut yang kaya.


7. Potensi Ancaman:

Meskipun Gunung Krakatau memberikan keindahan dan kehidupan baru, potensi ancaman masih ada. Gunung berapi ini masih aktif dan dapat mengalami letusan sewaktu-waktu. Pemerintah dan peneliti terus memantau aktivitasnya untuk melindungi penduduk setempat dan pengunjung.


Gunung Krakatau adalah sebuah fenomena alam yang menarik dan menakjubkan. Dari letusan dahsyatnya hingga pembentukan pulau baru, tempat ini menginspirasi dan mengungkapkan keajaiban alam. Dengan melindungi dan memahami Gunung Krakatau, kita dapat menikmati keindahannya sambil menghormati potensi bahayanya. Plan perjalanan Anda ke Gunung Krakatau dan saksikan sendiri keajaibannya yang mengagumkan!

Jumat, 19 Mei 2023

SINDORO DAN SUMBING, GUNUNG KEMBAR YANG MENANTANG

Sindoro dan Sumbing merupakan dua Gunung yang letaknya berdekatan, serta memiliki bentuk dan tinggi yang hampir sama. Tinggi Gunung Sumbing sekitar 3.340 m dari permukaan laut (dpl), sedikit lebih tinggi daripada Sindoro (3.155 m dpl). Jika dipetakan, Sumbing berada disebelah barat daya kota Temanggung dan sebelah Timur kota Wonosobo. Sedangkan Sindoro disebelah barat laut Temanggung danTimur laut Wonosobo. Masyarakat dikedua daerah itu menyebut Sindoro-Sumbing sebagai Gunung kembar. Keduanya menyimpan potensi wisata yang sangat besar, meskipun belum semuanya bisa dikelola secara maksimal. Selain panorama alam nan indah, dengan udara sejuk dan segar, daerah-daerah dilereng Sumbing-Sindoro potensial dikembangkan sebagai kawasan agro wisata, terutama perkebunan kelengkeng, tembakau, vanila, dan kopi. Kondisi alamnya hampir sama dengan kawasan Gunung Mas, puncak, Bogor.





Gunung yang dipenuhi legenda tentang kesetiaan pasangan dan epos kepahlawanan itu sudah tidak asing lagi bagi para pendaki. Banyak kelompok pecinta alam yang mendaki puncak Sumbing dan Sindoro, terutama pada hari-hari tertentu yang sudah menjadi tradisi. Dengan berbagai kelebihannya, dinas perhubungan dan pariwisata kabupaten Temanggung berusaha terus menggali potensi-potensi wisata, sambil membenahi sarana-prasarana pendukung dikawasan ini.


Sektor pariwisata, terutama yang berbasis wisata Gunung, bisa dijadikan salah satu primadona unggulan dalam membangun ekonomi kerakyatan di daerah ini. Dinas perhubungan dan Pariwisata berniat mengembangkan kawasan Sindoro dan Sumbing sebagai kawasan wisata terpadu. Terutama dilembah antara Sindoro-Sumbing, dan bagian puncak. Misal dengan menyediakan fasilitas kereta gantung yang menghubungkan kedua gunung itu. Salah satu kawasan yang diapit lembah Sindoro-Sumbing adalah Kledung, yang dilewati pengguna jalan di jalur Parakan-Wonosobo. Banyak pengguna jalan yang beristirahat di tempat ini, sekedar melihat keindahan panorama alam disekelilingnya yang bisa menyegarkan tubuh dan pikiran. Banyak hal yang bisa dijumpai dilembah gunung itu. Selain keindahan alam, lembah Sindoro-Sumbing juga menawarkan kehangatan dan senyum ramah penduduknya. Terlebih lagi tatkala melihat aktivitas mereka saat musim tambakau tiba. Panorama alam yang indah dan udara sejuk-segar kini menjadi barang langka diperkotaan, itu sebabnya, mereka sering memanfaatkan hari libur ke objek wisata alam sebagaimana banyak tersedia dikabupaten Temanggung.


Letaknya yang dekat dengan Dataran Tinggi Dieng membuat wisata pendakian Gunung Sumbing dan SIndoro bisa dipromosikan lebih dasyat lagi, misalnya dengan mengundang sebagian wisatawan yang datang ke Dieng untuk berkunjung pulang ke Temanggung. Pemerintah kabupaten dan masyarakat Temanggung pun siap memanfaatkan peluang emas ini, demi kesejahteraan masyarakat.


WISATA PENDAKIAN


SALAH satu kegiatan yang sudah berjalan dikawasan Gunung ini adalah wisata pegunungan. Pendakian Sindoro-Sumbing biasanya dimulai dari kledung, yang terletak diantara kedua Gunung. Ditempat ini, para pendaki juga bisa menyaksikan matahari terbit dan terbenam. Jalur pendakian yang menantang, ritual setiap malam 1 sura (1 muharam) dan malem selikuran (21 Ramadhan), hamparan perkebunan teh, aneka ladang sayur, deretan pohon pinus, dan jalur berliku-liku dilembah kedua gunung itu membuat banyak orang ingin mengunjungi tempat tersebut.


GUNUNG SUMBING


Perjalanan wisata ke Gunung Sumbing akan melewati desa wisata Tegalrejo yang juga dekat dengan pemancingan Vale Kambang dan prasasti Gondosuli. Tanah sekitar gunung sangat subur, sehingga hampir seluruh daerah yang landai sampai ketinggian 2.000 m dpl dijadikan areal perkebunan rakyat seperti tembakau dan sayuran. Pendakian gunung sumbing bisa dilakukan kapan saja. Tetapi puncak keramaian terjadi pada malem selikuran. Ribuan pendaki, yang dipandu para pecinta alam yang berpengalaman dari sumbing Hiking Club (SHC) Temanggung, serta dipantau para petugas terpadu diposko-posko terdekat, mengawali ritualnya dari desa pager gunung, kecamatan Bulu. Untuk pendakian diluar tradisi malem selikuran, perjalanan bisa dilakukan tanpa harus dipandu petugas. Para pendaki umumnya start dari desa/kecamatan kledung (arah barat laut), atau kampung butuh dan selogowok dikecamatan tlogo mulyo (timur laut). Bahkan, gunung sumbing juga bisa didaki dari kawasan diluar kabupaten Temanggung. Yaitu arah barat laut dari kampung garung (1.543 m dpl) di desa Butuh, kecamatan Kalijajar (Wonosobo), arah tenggara dari Kalegan (Kabupaten Magelang), dan arah Barat daya dari sapurun (Wonosobo).


Apabila cuaca bagus, pendakian ke puncak menempuh waktu sekitar lima jam. Sebagian dari mereka berziarah kemakam Ki Ageng Makukuhan di Puncak Sumbing. Ki Ageng Makukuhan diyakini sebagai orang pertama yang singgah di Kedu dan memperkenalkan tanaman tembakau.





Ada beberapa pos yang harus dilalui dari base camp hingga kepuncak, yaitu pos I (1.750 m dpl), pos II (2.000 m dpl),pos bayangan (2.500 m dpl), dan bagian puncak (2.850-3.340 m dpl).


GUNUNG SUMBING


Nama : Gunung Sumbing Nama Kawah : Kawah Sumbing Lokasi : Desa Pager Gunung, Kecamatan Tjepit, Kabupaten Temanggung Ketinggian : 3. 340 m dpl Wilayah : Kabupaten Temanggung, Magelang, Wonosobo dan Purworejo. Kota Terdekat : Temanggung (Timur laut), Parakan (Utara), Wonosobo (Barat), dan Magelang (Tenggara). Tipe Gunung : Gunung Api strato tipe B Pos Pengamatan : Desa Genting Sari, Parakan-Temanggung pada Ketinggian 950 m dpl.


Dipos I (hutan rapat) terdapat shelter dan lahan bivak. Sedangkan pos II (Wilayah Terbuka) didominasi padang rumput dan ilalang. Udara dipuncak cukup panas, angin kencang, dan cuaca cerah, dengan suhu dibawah 12 derajat Celciuse. Puncak terdiri atas batu-batuan, lapangan berpasir, kawah, dan belerang.


GUNUNG SINDORO


Setiap malam 1 sura, ribuan pecinta alam melakukan pendakian Sindoro. Gunung berketinggian 3.151 m itu juga memiliki beberapa keindahan alam, misalnya Telaga Ajaib dan bunga Abadi edelwis di puncak gunung. Para pendaki juga bisa melihat panorama terbit dan tenggelamnya matahari.

Sebagaimana Sumbing, Sindoro cocok untuk melakukan kegiatan wisata alam dan petualangan. Pendakian dilakukan melalui Desa Katekan, Kecamatan Ngadirejo, Temanggung. Selain panorama alam yang indah, pendaki bisa melihat para aktivitas petani di kebun.


GUNUNG SINDORO


Nama : Gunung Sindoro Nama Kawah : Kawah Sindoro Lokasi : Desa Katekan, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung Ketinggian : 3.155 m dpl Wilayah : Kabupaten Temanggung, dan Kabupaten Wonosobo. Kota Terdekat : Temanggung (Tenggara), Parakan (Timur), Wonosobo (Barat). Tipe Gunung : Gunung Api strato tipe B.


PUNCAK WONOTIRTO


Di Lereng Gunung Sumbing, di sebuah desa di Kecamatan Bulu, ada kawasan wisata yang cukup digemari, yaitu Puncak Wonotirto. Sepanjang jalan menuju lokasi, wisatawan bisa memandang hutan pinus dari kejauhan dan hamparan tanaman tembakau. Para penggemar wisata pegunungan tentu sangat menyukai suasana seperti ini. Dari kawasan puncak, kita bisa memandang lepas ke berbagai penjuru. Termasuk pada ujung Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro. Hal itu dimungkinkan karena Puncak Wonotirto berada di ketinggian 1.900-2.000 m dpl.


Untuk menuju lokasi lereng, wisatawan dapat menggunakan sepeda motor atau mobil. Tetapi sekitar 3 km sebelum puncak, perjalanan harus dilanjutkan dengan jalan kaki. Pemerintah Kabupaten Temanggung sudah menanami 16.000 ha lahan kritis dikawasan ini, dengan aneka komoditas pertanian.


MISTERI POHON WALITIS DI HUTAN RASAMALA


Pohon walitis di kawasan huitan Rasamala merupakan pohon terbesar di lereng Sumbing dan Sindoro. Hutan ini terletak di Desa Jetis, Kecamatan Selopampang, Tinggi pohon mencapai 30 meter, dengan lingkar batang 7,5 meter. Untuk memeluk batangnya saja diperlukan enam orang dewasa yang saling tautan sambil merentangkan kedua tangannya. Menurut masyarakat sekitar, pohon ini berasal dari tongkat salah seorang pengikut wali, yaitu Ki Ageng Makukuhan yang ditancapkan di tanah. Kawasan Walitis memiliki pemandangan alam yang indah dan udara pegunungan yang segar dan alami. Di Kawasan ini juga tumbuh rumpun tumbuhan bernama Rasamala. Karena itulah, kawasan tersebut dikenal sebagai hutan Rasamala. Keistimewaan tanaman dan hutan ini adalah tidak mempan oleh api.


Ketika terjadi kebakaran hutan di sebagian kawasan lereng Sumbing dan Sindoro beberapa waktu lalu, hutan Rasamala sama sekali tidak terjamah api. Untuk menjangkau rumpun pepohonan Rasamala yang luasnya mencapai 1,5 hektar, para wisatawan harus mendaki melalui jalan setapak. Jarak pendakian ini sekitar 1,5 km dari pohon walitis.


PROSPEK PENGEMBANGAN


Melihat potensinya yang besar, kawasan Sindoro-Sumbing bisa dikembangkan menjadi kawasan wisata andalan di jateng. Peluang yang bisa digarap antara lain: - Membangun fasilitas kereta gantung din lereng utara gunung Sumbing, tepat di Kledung Pass. - Membangun hotel/restoran di jalur strategis, terutama Kledung. - Pembangunan kawasan agrowisata Kledung Pass. - Membangun bumi perkemahan dan camping ground di kawasan Walitis, untuk mewadahi kegiatan para pemuda di Jawa Tengah. - Membangun kawasan khusus (adventure zone) di Kledung Pass. - Mendirikan event organizer khusus yang menyelenggarakan berbagai kegiatan pecinta alam dan outbond. - Menciptakan lebih banyak lagi desa-desa wisata.(RS)

Selasa, 16 Mei 2023

5 Fakta Mencengangkan Lava Pijar, Cairan Panas dari Gunung Berapi

 



Jika kamu pernah melihat erupsi gunung berapi, maka kamu akan menyadari bahwa terdapat lava di dalamnya. Lava pijar merupakan cairan panas yang berasal dari lelehan magma, sehingga memijarkan api dari kawah gunung tersebut.

Biasanya cukup mudah untuk melihat lava apabila kamu mengamati proses erupsi gunung berapi. Namun, tentu hal ini akan tetap berbahaya karena memiliki awan panas dengan kecepatan luas biasa. Untuk semakin mengenal lava pijar, simak beberapa faktanya berikut ini.


1. Proses lava terbentuk




Mungkin kamu penasaran bagaimana lava bisa terbentuk hingga kemudian muncul pada saat terjadinya erupsi. Tentu saja lava ini tidak terbentuk secara tiba-tiba, sebab ada proses yang melatarbelakanginya.

Dilansir The Geological Society, lava terbentuk ketika magma mengalami erupsi dari gunung berapi. Saat tekanan tersebut dilepaskan, maka gas tersebut akan larut dan keluar dari magma, sehingga komposisi lava pun berubah.


2. Suhu rata-rata dari lava




Jika kamu penasaran seberapa panas lava, maka jawabannya adalah sangat panas. Inilah yang membuat lava menjadi ancaman tersendiri apabila terjadi erupsi gunung berapi.

Dilansir U.S. Geological Survey, suhu rata-rata dari lava ternyata bisa mencapai sekitar 1.250 derajat celcius. Panas lava cukup untuk melelehkan kulit apabila sampai terkena cairan tersebut.


3. Bentuk lava yang sebenarnya




Kebanyakan orang mungkin hanya melihat lava dari jarak yang jauh. Hal ini membuatmu tak dapat memastikan secara langsung seperti apa bentuk sebenarnya dari lava.

Dilansir The Conversation, lava memiliki warna merah, tampak berapi-api, ada yang padat dan cair, serta tampak sedikit gelap. Lava yang merupakan batuan cair ini tentu akan tampak sangat panas, hingga melebihi permukaan Bumi.


4. Bahaya yang ditimbulkan dari lava




Jika kamu bertanya apakah lava berbahaya atau tidak, maka jawabannya adalah berbahaya. Namun, tingkat bahaya yang dimiliki lava sebetulnya tidak terlalu besar pada saat terjadinya erupsi gunung berapi.

Dilansir USGS.gov, sebetulnya kemungkinan kematian yang disebabkan oleh aliran lava bisa dikatakan sangat jarang terjadi. Hal ini karena sebagian besar aliran lava tersebut bergerak dengan lambat, sehingga orang-orang pun bisa pergi menghindari. Terkecuali jika mendekatinya dengan sengaja dan terkena bagian tubuh secara langsung.


5. Lava bisa terdapat di dalam laut




Selama ini mungkin kamu hanya melihat keberadaan lava yang keluar secara langsung dari gunung berapi. Namun, tahukah kamu bahwa lava juga bisa terdapat di dalam lautan?

Dilansir WHOI, lava yang terdapat di dalam lautan biasanya disebabkan karena erupsi gunung berapi bawah laut. Inilah yang membuat lava tetap keluar dan menyala-nyala, meski di dalam air. Namun, patut diwaspadai bahwa suhu air laut tetap panas pada saat itu.


Kamu jadi paham bahwa ternyata lava menjadi bagian penting yang ada pada gunung berapi. Lava juga memiliki suhu luar biasa yang bisa berbahaya jika mengenai kulit secara langsung.

Mana fakta yang baru kamu ketahui?

Menguak Siapa Pemilik Puncak Gunung Fuji?

  Menguak siapa pemilik  puncak Gunung Fuji  sangat menarik untuk diketahui. Pasalnya  Gunung Fuji  yang memiliki ketinggian hingga 3.776 md...