Chat with us, powered by LiveChat

Jumat, 09 Juni 2023

3 Rekomendasi Gunung untuk Pemula di Jawa Barat dan Jawa Tengah

 


3 Rekomendasi Gunung untuk Pemula di Jawa Barat dan Jawa Tengah

Bagi Anda yang baru pertama kali ingin naik gunung, ada baiknya membaca artikel ini hingga tuntas karena kami akan memberikan rekomendasi gunung untuk pemula. 

Bagi orang yang baru pertama kali naik gunung atau pendaki pemula, mungkin sedikit bingung memilih gunung mana yang akan didaki terlebih dahulu. 

Sebelum mendaki, kami menyarankan ada baiknya Anda berlatih fisik ringan sebelum melakukan perjalanan mendaki gunung atau hiking. 

Paling tidak lakukan joging ringan satu sampai dua minggu sebelum Anda berangkat naik gunung.

Selain berlatih fisik, yang paling utama adalah siapkan mental. Kenapa siapkan mental? Karena mental adalah pondasi utama para pendaki gunung. 

Sedikit informasi bagi para pendaki pemula. dengan siapnya mental, maka ketika Anda berada di gunung tidak merasa ketakutan atau khawatir berlebih yang biasanya terjadi ketika gelap.

Baik, setelah Anda menyiapkan mental dan fisik, ini 3 Rekomendasi gunung untuk pemula.


1. Gunung Gede Pangrango




Gunung Gede yang masuk dalam Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) ini bisa dibilang menjadi gunung favorit bagi para pendaki pemula. 

Wajar saja, lokasinya yang berada tidak jauh dari Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi ini sangat mudah dicapai menggunakan kendaraan umum ataupun pribadi. 

Ditanya pemandangan, jangan khawatir. Gunung Gede ini punya banyak spot indah untuk berfoto. 

Bisa dibilang, Gunung Gede ini paket komplit. 

Gunung yang memiliki tinggi 2.958 mdpl ini memiliki air terjun Curug Cibeureum, pos pemantauan burung, air panas, padang edelweis Surya Kencana. 

Belum lagi pemandangan ketika berada di puncak Gunung Gede. Mata akan dimanjakan dengan pemandangan alam yang bikin betah berlama-lama di puncak Gunung Gede. 

Ada tiga jalur yang tersedia di Gunung Gede. Yakni jalur Gunung Putri Cianjur, jalur Cibodas dan jalur Selabintana dari Sukabumi.

Bagi pendaki pemula, disarankan naik dari Cibodas dan turun lewat jalur Gunung Putri. 


2. Gunung Papandayan




Masih di Jawa Barat, Gunung Papandayan bisa jadi rekomendasi gunung untuk pemula. 

Gunung yang berada di Garut ini memiliki ketinggian 2.265 mdpl. Jangan khawatir soal pemandangan, Gunung Papandayan ini juga meyimpan pesona alam yang bisa memanjakan mata lho. 

Untuk sampai di puncak Gunung Papandayan hanya membutuhkan waktu sekitar 4 jam saja untuk pemula. Jadi jangan khawatir ya. Karena 4 jam perjalanan termasuk singkat lho.

Ada banyak kawah yang bisa dijadikan spot foto bagus bagi para pendaki. 

Selain itu, ada juga padang edelweis Tegal Alun dan eksotisme hutan mati yang berada di Gunung Papandayan





3. Gunung Prau




Kali ini di Jawa Tengah. Rekomendasi gunung untuk pemula adalah Gunung Prau yang berada di dataran tinggi Dieng, Wonosobo. 

Soal tempat wisata jangan khawatir, selain mendaki gunung, di lokasi tersebut sangat bayak tempat wisata juga lho. 

Yang paling dicari di Gunung Prau ini adalah pemandangan yang bisa dibilang nomor wahid. Para pendaki yang datang ke Gunung Prau ini rata-rata ingin melihat matahari terbit atau sunrise. 

Sunrise di Gunung Prau ini bisa dibilang menjadi salah satu yang paling indah di Indonesia. 

Waktu tempuh untuk sampai ke puncak Gunung Prau ini juga sangat singkat lho. Pemandangan dari puncak Gunung Prau ini bisa melihat hamparan gunung di Jawa Tengah. Seperti Gunung Merbabu, Sindodo, Sumbing hingga Merapi. 

Perjalanan menuju puncak Gunung Prau terbilang singkat. Hanya sekitar 3 sampai 4 jam untuk pendaki pemula. 



Nah, itulah 3 rekomendasi gunung untuk pemula yang bisa jadi referensi Anda sebelum mendaki gunung. Selamat mendaki.

Jangan tinggalkan apapun kecuali jejak. Jangan ambil apapun kecuali foto. Jangan membunuh apapun kecuali waktu.



Edit : hokijoin.today

Kamis, 08 Juni 2023

5 Fakta Mencengangkan Lava Pijar

   






Jika kamu pernah melihat erupsi gunung berapi, maka kamu akan menyadari bahwa terdapat lava di dalamnya. Lava pijar merupakan cairan panas yang berasal dari lelehan magma, sehingga memijarkan api dari kawah gunung tersebut.

Biasanya cukup mudah untuk melihat lava apabila kamu mengamati proses erupsi gunung berapi. Namun, tentu hal ini akan tetap berbahaya karena memiliki awan panas dengan kecepatan luas biasa. Untuk semakin mengenal lava pijar, simak beberapa faktanya berikut ini.


1. Proses lava terbentuk




Mungkin kamu penasaran bagaimana lava bisa terbentuk hingga kemudian muncul pada saat terjadinya erupsi. Tentu saja lava ini tidak terbentuk secara tiba-tiba, sebab ada proses yang melatarbelakanginya.

Dilansir The Geological Society, lava terbentuk ketika magma mengalami erupsi dari gunung berapi. Saat tekanan tersebut dilepaskan, maka gas tersebut akan larut dan keluar dari magma, sehingga komposisi lava pun berubah.


2. Suhu rata-rata dari lava




Jika kamu penasaran seberapa panas lava, maka jawabannya adalah sangat panas. Inilah yang membuat lava menjadi ancaman tersendiri apabila terjadi erupsi gunung berapi.

Dilansir U.S. Geological Survey, suhu rata-rata dari lava ternyata bisa mencapai sekitar 1.250 derajat celcius. Panas lava cukup untuk melelehkan kulit apabila sampai terkena cairan tersebut.


3. Bentuk lava yang sebenarnya




Kebanyakan orang mungkin hanya melihat lava dari jarak yang jauh. Hal ini membuatmu tak dapat memastikan secara langsung seperti apa bentuk sebenarnya dari lava.

Dilansir The Conversation, lava memiliki warna merah, tampak berapi-api, ada yang padat dan cair, serta tampak sedikit gelap. Lava yang merupakan batuan cair ini tentu akan tampak sangat panas, hingga melebihi permukaan Bumi.


4. Bahaya yang ditimbulkan dari lava




Jika kamu bertanya apakah lava berbahaya atau tidak, maka jawabannya adalah berbahaya. Namun, tingkat bahaya yang dimiliki lava sebetulnya tidak terlalu besar pada saat terjadinya erupsi gunung berapi.

Dilansir USGS.gov, sebetulnya kemungkinan kematian yang disebabkan oleh aliran lava bisa dikatakan sangat jarang terjadi. Hal ini karena sebagian besar aliran lava tersebut bergerak dengan lambat, sehingga orang-orang pun bisa pergi menghindari. Terkecuali jika mendekatinya dengan sengaja dan terkena bagian tubuh secara langsung.


5. Lava bisa terdapat di dalam laut




Selama ini mungkin kamu hanya melihat keberadaan lava yang keluar secara langsung dari gunung berapi. Namun, tahukah kamu bahwa lava juga bisa terdapat di dalam lautan?

Dilansir WHOI, lava yang terdapat di dalam lautan biasanya disebabkan karena erupsi gunung berapi bawah laut. Inilah yang membuat lava tetap keluar dan menyala-nyala, meski di dalam air. Namun, patut diwaspadai bahwa suhu air laut tetap panas pada saat itu.


Kamu jadi paham bahwa ternyata lava menjadi bagian penting yang ada pada gunung berapi. Lava juga memiliki suhu luar biasa yang bisa berbahaya jika mengenai kulit secara langsung.

Mana fakta yang baru kamu ketahui?

Rabu, 07 Juni 2023

4 Fakta Gunung Bromo Jadi Lautan Es 2023

 


Fenomena unik dan langka kembali terjadi di kawasan Gunung Bromo, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Dilansir dari laman TikTok @bromonesiatour, terlihat lapisan embun es atau embun upas menutupi permukaan lautan pasir Bromo pada Selasa (30/5/2023) pagi hari.

Sontak, hal tersebut membuat warganet terpesona dan penasaran ingin pergi ke sana. Sebelum melakukannya, simak fakta tentang embun es langka di lautan pasir Bromo yang tertulis di bawah ini!


1. Bukan yang pertama terjadi

Fenomena embun es yang menutupi permukaan lautan pasir Bromo ini rupanya bukan yang pertama kalinya. Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar TNBTS, Septi Eka Wardhani, mengatakan fenomena embun upas atau frost sering terjadi.

“Ini merupakan fenomena alam yang sering dijumpai di Gunung Bromo saat musim kemarau. Ini hanya dijumpai pada pagi hari, sebelum matahari terbit dengan sempurna,” kata Septi seperti yang dikutip dari ANTARA News.

Septi menceritakan pada saat terjadi fenomena embun upas, suhu udara di kawasan Gunung Bromo berkisar antara 5-9 derajat Celsius. Tak hanya di Bromo, fenomena tersebut juga bisa terjadi di Ranupane dan Ranu Regulo.





2. Penyebab terjadinya embun es di Bromo

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Kelas I Juanda Sidoarjo Teguh Tri Susanto mengungkapkan fenomena embun es di Bromo terjadi karena beberapa faktor.

Di antaranya karena adanya Monsoon Australia atau angin muson yang melewati Indonesia yang membawa massa udara dingin dan kering.

Penyebab kedua adalah clear sky atau cuaca cerah, sehingga yang tidak ada tutupan awan pada malam hari. Jadi, panas langsung menuju permukaan bumi terlepas ke atmosfer tanpa terhalang awan. Fenomena ini biasa terjadi bulan Juni-Agustus saat kemarau.


3. Menjadi magnet wisatawan untuk datang ke Bromo

Meski kemunculannya tidak bisa diperkirakan dan hanya pada saat-saat tertentu, fenomena embun es menjadi magnet untuk menarik wisatawan datang ke Bromo

Tak sedikit wisatawan yang penasaran dan ingin segera datang ke sana. Apalagi Juni menjadi musim liburan anak-anak sekolah dan juga mahasiswa. Kamu juga merencanakan liburan ke sana?


4. Tips melihat embun es di Gunung Bromo




Kalau kamu berencana pergi ke Bromo untuk melihat fenomena embun es, sebaiknya perhatikan beberapa tips di bawah ini.

Rencanakan perjalanan pada sekitar bulan Juni-Agustus (yang terjadi pada akhir Mei ini baru awalan saja). Fenomena tersebut biasanya terjadi pada bulan-bulan tersebut.

Cek prakiraan suhu malam hari sebelum pergi ke Bromo. Jika suhunya minus, kemungkinan embun es akan muncul keesokan harinya.

Kenakan outfit yang tebal dan hangat, mulai dari jaket, penutup kepala, sepatu, dan celana lantaran suhu udara sangat dingin.

Datanglah ke lautan pasir Bromo sebelum matahari terbit. Kalau kamu datang saat matahari sudah terbit apalagi tinggi, bisa-bisa embun sudah mencair.

Bawa bekal makanan dan minuman hangat secukupnya di dalam termos agar tubuh tetap bugar meski cuaca dingin.

Hati-hati saat berjalan di atas embun es agar tidak jatuh.

Jangan membuang sampah sembarangan dan turut serta menjaga kebersihan kawasan Gunung Bromo.



Nah, itu dia fakta tentang embun es langka di lautan pasir Bromo dan tips sebelum berkunjung ke sana. Siap liburan ala musim dingin?

Senin, 05 Juni 2023

5 Gunung Tertinggi di Dunia

 





Gunung menjadi salah satu destinasi wisata terbaik untuk dikunjungi, terutama bagi para pendaki yang suka menikmati pemandangan terbitnya matahari, tebing-tebing curam, padang rumput hijau, barisan pohon, hingga pemandangan bak negeri di atas awan yang dapat dilihat dari puncak gunung.


Ketinggian gunung juga bervariasi mulai dari 110 mdpl hingga 8849 mdpl. Nah, di artikel kali ini kita akan membahas tentang beberapa gunung tertinggi di dunia, berikut lima di antaranya.


1. Everest




Everest menduduki posisi pertama sebagai gunung tertinggi di dunia dengan ketinggian yang mencapai 8849 mdpl. Gunung Everest merupakan salah satu puncak dari pegunungan Himalaya yang terletak di perbatasan antara Nepal dan Tibet.

Terbentuknya gunung Everest termasuk seluruh wilayah pegunungan Himalaya ini disebabkan oleh tumbukan antara dua lempeng, yaitu lempeng India dan Eurasia.

Sekitar 15-17 juta tahun yang lalu, puncak gunung Everest telah mencapai sekitar 5.000 mdpl dan terus bertambah karena tabrakan antara kedua lempeng masih terjadi hingga saat ini, seperti yang dikutip pada laman bbc.com.

Everest memiliki salju abadi dengan suhu yang mencapai minus 24 derajat akibat ketinggian gunung yang fantastis tersebut dan menjadi tantangan tersendiri bagi para pendaki, di mana mereka harus berjuang melawan suhu yang ekstrem untuk sampai ke puncak gunung.





2. Gunung K2




Gunung tertinggi kedua di dunia diraih oleh K2 yang terletak di perbatasan antara Pakistan dan Tiongkok. Ketinggian gunung ini mencapai 8611 mdpl dan memiliki jalur pendakian terberat di dunia.

Gunung K2 mendapat julukan Savage Mountain dan Godwin-Austen dengan cuaca yang sulit untuk diprediksi, seperti yang dikutip pada laman National Geogrhapic.




3. Kangchenjunga




Masih di daratan Asia, kali ini Kangchenjunga yang menjadi gunung tertinggi ketiga di dunia yang terletak di negara Nepal. Kangchenjunga memiliki arti "Lima Harta Karun Salju", karena ia terdiri dari 5 puncak, empat di antaranya mencapai lebih dari 8.450 mdpl, dan puncak utamanya memiliki tinggi yang mencapai 8586 mdpl.

Harta karun itu melambangkan 5 benda milik dewa, yaitu emas, perak, permata, biji-bijian dan kitab suci dalam tradisi agama Kirant.


4. Lhotse




Lhotse menjadi gunung tertinggi keempat di dunia yang masuk dalam barisan Mahalangur Himal dari pegunungan Himalaya di sepanjang perbatasan Khumbu, Nepal, dan Tibet.

Ketinggian gunung ini mencapai 8516 mdpl dan termasuk salah satu gunung yang memiliki jalur pendakian terberat di dunia setelah Everest dan K2.






5. Makalu



Urutan gunung tertinggi di dunia kelima diraih oleh Makalu dengan ketinggian yang mencapai 8485 mdpl. Gunung ini juga berlokasi Mahalngur Himal dari pegunungan Himalaya di sepanjang perbatasan Nepal dan Tibet.

Nama Makalu berasal dari Sanskrit Maha Kala, yaitu sebuah nama untuk dewa Hindu Siwa yang menerjemahkan "Big Black." Sedangkan nama China untuk puncaknya adalah Makaru, seperti yang dikutip pada laman Eferrit.com.


Itulah tadi lima gunung tertinggi di dunia, tertarik mendakinya?


Editor : hokijoin.today

Minggu, 04 Juni 2023

5 Fakta Menarik Gunung Semeru

 


Gunung Semeru merupakan gunung berapi yang memiliki puncak tertinggi di Pulau Jawa. Gunung yang tengah erupsi saat ini memiliki daya tarik tersendiri, salah satunya adalah fakta di baliknya..




Ada beberapa fakta menarik Gunung Semeru yang wajib diketahui. Dihimpun dari berbagai sumber, berikut ini fakta menarik tentang Gunung Semeru:


1. Gunung dengan puncak tertinggi di Pulau Jawa




Puncak Gunung Semeru yang dikenal sebagai Mahameru ini merupakan puncak tertinggi di Pulau Jawa. Puncaknya memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Gunung Semeru sendiri menempati peringkat ketiga gunung berapi tertinggi di tanah air, setelah Gunung Kerinci di Sumatra dan Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat.


2. Gas beracun di Puncak Mahameru




Kawah yang terbentuk di Puncak Mahameru dikenal dengan nama Jonggring Saloko. Saat mencapai puncak, pendaki disarankan untuk tidak menuju ke kawah dan dilarang mendaki dari arah kanan karena adanya gas beracun, aliran lahar, dan awan panas.

Semburan gas beracun dan awan panas biasanya terjadi setiap 15-30 menit di puncak Gunung Semeru yang masih aktif.

Para pendaki biasanya tidak disarankan untuk mendaki Gunung Semeru pada siang hari karena angin mengarah ke puncak dan gas beracun serta letusan akan mengarah ke sana.


3. Termasuk dalam bagian Taman Nasional




Fakta menarik selanjutnya adalah Gunung Semeru termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Taman Nasional ini terdiri dari pegunungan dan lembah yang memiliki luas 50.273,3 hektar.

Taman Nasional ini menyimpan sekitar 1.025 jenis flora dan 38 jenis fauna yang dilindungi pemerintah. Beberapa di antaranya adalah pohon cemara, pinus, akasia, dan berbagai jenis jamur.

Selain itu, ada beberapa jenis anggrek endemik yang juga tumbuh di sekitar Gunung Semeru bagian selatan.

Sementara itu, fauna yang bisa ditemukan mencakup macan kumbang, musang, kijang, hingga kancil.


4. Letusan pertama

Letusan pertama Gunung Semeru tercatat pada 8 November 1818. Sekitar 1829-1878, Gunung Semeru juga mengalami beberapa kali erupsi hingga 1913.


5. Kepercayaan bagi umat Hindu




Menurut kepercayaan umat Hindu, Gunung Semeru merupakan rumah atau tempat bersemayam para dewa dan sarana yang menghubungkan Bumi (manusia) dengan khayangan.

Di sisi lain, masyarakat Jawa dan Bali, banyak pula yang menganggap gunung sebagai tempat bersemayamnya Hyang, Dewata, dan makhluk halus.

Namun menurut masyarakat Bali, gunung tersebut diyakini sebagai Bapak Gunung Agung dan sangat dihormati. Upacara persembahan sering dilakukan oleh masyarakat Bali kepada dewa-dewa Gunung Semeru.

Setelah mengetahui fakta menarik Gunung Semeru, pendaki dapat mempelajari lebih lanjut tentang daya tarik dari Semeru. 


editor : qiuslot88.net

Sabtu, 03 Juni 2023

Sejarah Pegunungan Himalaya, Puncak Gunung Everest Dulunya Dasar Laut

 


Gunung Everest, gunung tertinggi sedunia, berada di kawasan Pegunungan Himalaya. Bagaimana sejarah terbentuknya pegunungan ini? Bagaimana Himalaya bisa muncul di Bumi dan menyuguhkan deretan gunung yang menjulang sangat tinggi?


Menurut catatan, barisan pegunungan Himalaya dan dataran tinggi Tibet terbentuk sebagai akibat dari tumbukan antara Lempeng India dan Lempeng Eurasia yang dimulai 50 juta tahun lalu. Tumbukan itu masih terus berlanjut hingga saat ini.


Dulunya, India masih terpisah dari benua Asia. Sekitar 225 juta tahun lalu, India adalah sebuah pulau besar yang terletak di lepas pantai Australia. Pulau ini terpisah dari Asia oleh Samudra Tethys.

Kemudian pada 200 juta tahun lalu, benua super Pangaea mulai pecah dan India mulai bergeser ke utara menuju Asia, sebagaimana tercatat di laman The Geological Society.


Lalu sekitar 80 juta tahun lalu, India berada 6.400 kilometer di selatan benua Asia. Lempeng India bergerak ke arah Asia dengan kecepatan antara 9 dan 16 sentimeter per tahun. Akibatnya, dasar Samudra Tethys menunjam ke utara di bawah Asia.


Tidak semua dasar Samudra Tethys tersubduksi seluruhnya. Sebagian besar sedimen tebal ini terkikis dan terkumpul ke benua Eurasia dalam apa yang dikenal sebagai baji akresi. Sedimen yang tergores inilah yang sekarang membentuk Pegunungan Himalaya.





Dari sekitar 50 juta hingga 40 juta tahun lalu laju pergeseran lempeng benua India ke utara melambat menjadi sekitar 4-6 sentimeter per tahun. Perlambatan ini ditafsirkan untuk menandai awal dari tabrakan antara lempeng benua Eurasia dan India, penutupan bekas Samudra Tethys, dan inisiasi pengangkatan Himalaya.


Lempeng Eurasia sebagian terlipat dan tertekuk di atas lempeng India, tetapi karena kerapatannya yang rendah/daya apungnya yang tinggi, kedua lempeng itu tidak tersubduksi atau menunjam ke bawah.


Hal ini menyebabkan kerak benua menebal akibat lipatan dan patahan oleh gaya tekan yang mendorong Himalaya dan Dataran Tinggi Tibet. Kerak benua di sini dua kali ketebalan rata-rata, yakni sekitar 75 kilometer.


Penebalan kerak benua ini menandai berakhirnya aktivitas vulkanik di wilayah tersebut karena setiap magma yang bergerak ke atas akan mengeras sebelum mencapai permukaan.


Kini Pegunungan Himalaya masih naik lebih dari 1 sentimeter per tahun karena Lempeng India terus bergerak ke utara menuju Asia. Hal ini menjelaskan mengapa gempa bumi dangkal masih kerap terjadi di wilayah tersebut hingga saat ini.


Namun, kekuatan pelapukan dan erosi telah menurunkan pegunungan Himalaya dengan kecepatan yang hampir sama. Dataran tinggi Himalaya dan Tibet mengarah ke timur-barat dan membentang sejauh 2.900 kilometer.


Pegunungan ini mencapai ketinggian maksimum 8.848 meter. Puncak Gunung Everest di Himalaya ini adalah titik tertinggi di Bumi.


Bagian di sekitar pucak Gunung Everest ini diyakini dulunya adalah laut. Sebab, ahli geologi Noel Ewart Odell pernah menemukan banyak sampel batu kapur dari sana. Batuan sedimen ini biasanya terbentuk di perairan hangat dari cangkang, koral, dan sampah organik lainnya.


Edmund Hillary juga mengumpulkan sampel batu kapur dari dekat puncak Everest ketika dia dan Tenzing Norgay menjadi orang pertama yang mendaki puncak tersebut pada tahun 1953.


Ahli geologi University of Wollongong, Solomon Buckman, mengatakan bahwa area di sekitar puncak Everest ini kemungkinan adalah bagian dasar laut di batas utara Lempeng India. Seperti yang disebutkan di atas, India dulunya adalah pulau besar yang terpisah dari Benua Asia.

Jumat, 02 Juni 2023

SINDORO DAN SUMBING, GUNUNG KEMBAR YANG MENANTANG

 

Sindoro dan Sumbing merupakan dua Gunung yang letaknya berdekatan, serta memiliki bentuk dan tinggi yang hampir sama. Tinggi Gunung Sumbing sekitar 3.340 m dari permukaan laut (dpl), sedikit lebih tinggi daripada Sindoro (3.155 m dpl). Jika dipetakan, Sumbing berada disebelah barat daya kota Temanggung dan sebelah Timur kota Wonosobo. Sedangkan Sindoro disebelah barat laut Temanggung danTimur laut Wonosobo. Masyarakat dikedua daerah itu menyebut Sindoro-Sumbing sebagai Gunung kembar. Keduanya menyimpan potensi wisata yang sangat besar, meskipun belum semuanya bisa dikelola secara maksimal. Selain panorama alam nan indah, dengan udara sejuk dan segar, daerah-daerah dilereng Sumbing-Sindoro potensial dikembangkan sebagai kawasan agro wisata, terutama perkebunan kelengkeng, tembakau, vanila, dan kopi. Kondisi alamnya hampir sama dengan kawasan Gunung Mas, puncak, Bogor.








Gunung yang dipenuhi legenda tentang kesetiaan pasangan dan epos kepahlawanan itu sudah tidak asing lagi bagi para pendaki. Banyak kelompok pecinta alam yang mendaki puncak Sumbing dan Sindoro, terutama pada hari-hari tertentu yang sudah menjadi tradisi. Dengan berbagai kelebihannya, dinas perhubungan dan pariwisata kabupaten Temanggung berusaha terus menggali potensi-potensi wisata, sambil membenahi sarana-prasarana pendukung dikawasan ini.


Sektor pariwisata, terutama yang berbasis wisata Gunung, bisa dijadikan salah satu primadona unggulan dalam membangun ekonomi kerakyatan di daerah ini. Dinas perhubungan dan Pariwisata berniat mengembangkan kawasan Sindoro dan Sumbing sebagai kawasan wisata terpadu. Terutama dilembah antara Sindoro-Sumbing, dan bagian puncak. Misal dengan menyediakan fasilitas kereta gantung yang menghubungkan kedua gunung itu. Salah satu kawasan yang diapit lembah Sindoro-Sumbing adalah Kledung, yang dilewati pengguna jalan di jalur Parakan-Wonosobo. Banyak pengguna jalan yang beristirahat di tempat ini, sekedar melihat keindahan panorama alam disekelilingnya yang bisa menyegarkan tubuh dan pikiran. Banyak hal yang bisa dijumpai dilembah gunung itu. Selain keindahan alam, lembah Sindoro-Sumbing juga menawarkan kehangatan dan senyum ramah penduduknya. Terlebih lagi tatkala melihat aktivitas mereka saat musim tambakau tiba. Panorama alam yang indah dan udara sejuk-segar kini menjadi barang langka diperkotaan, itu sebabnya, mereka sering memanfaatkan hari libur ke objek wisata alam sebagaimana banyak tersedia dikabupaten Temanggung.


Letaknya yang dekat dengan Dataran Tinggi Dieng membuat wisata pendakian Gunung Sumbing dan SIndoro bisa dipromosikan lebih dasyat lagi, misalnya dengan mengundang sebagian wisatawan yang datang ke Dieng untuk berkunjung pulang ke Temanggung. Pemerintah kabupaten dan masyarakat Temanggung pun siap memanfaatkan peluang emas ini, demi kesejahteraan masyarakat.


WISATA PENDAKIAN


SALAH satu kegiatan yang sudah berjalan dikawasan Gunung ini adalah wisata pegunungan. Pendakian Sindoro-Sumbing biasanya dimulai dari kledung, yang terletak diantara kedua Gunung. Ditempat ini, para pendaki juga bisa menyaksikan matahari terbit dan terbenam. Jalur pendakian yang menantang, ritual setiap malam 1 sura (1 muharam) dan malem selikuran (21 Ramadhan), hamparan perkebunan teh, aneka ladang sayur, deretan pohon pinus, dan jalur berliku-liku dilembah kedua gunung itu membuat banyak orang ingin mengunjungi tempat tersebut.


GUNUNG SUMBING


Perjalanan wisata ke Gunung Sumbing akan melewati desa wisata Tegalrejo yang juga dekat dengan pemancingan Vale Kambang dan prasasti Gondosuli. Tanah sekitar gunung sangat subur, sehingga hampir seluruh daerah yang landai sampai ketinggian 2.000 m dpl dijadikan areal perkebunan rakyat seperti tembakau dan sayuran. Pendakian gunung sumbing bisa dilakukan kapan saja. Tetapi puncak keramaian terjadi pada malem selikuran. Ribuan pendaki, yang dipandu para pecinta alam yang berpengalaman dari sumbing Hiking Club (SHC) Temanggung, serta dipantau para petugas terpadu diposko-posko terdekat, mengawali ritualnya dari desa pager gunung, kecamatan Bulu. Untuk pendakian diluar tradisi malem selikuran, perjalanan bisa dilakukan tanpa harus dipandu petugas. Para pendaki umumnya start dari desa/kecamatan kledung (arah barat laut), atau kampung butuh dan selogowok dikecamatan tlogo mulyo (timur laut). Bahkan, gunung sumbing juga bisa didaki dari kawasan diluar kabupaten Temanggung. Yaitu arah barat laut dari kampung garung (1.543 m dpl) di desa Butuh, kecamatan Kalijajar (Wonosobo), arah tenggara dari Kalegan (Kabupaten Magelang), dan arah Barat daya dari sapurun (Wonosobo).


Apabila cuaca bagus, pendakian ke puncak menempuh waktu sekitar lima jam. Sebagian dari mereka berziarah kemakam Ki Ageng Makukuhan di Puncak Sumbing. Ki Ageng Makukuhan diyakini sebagai orang pertama yang singgah di Kedu dan memperkenalkan tanaman tembakau.





Ada beberapa pos yang harus dilalui dari base camp hingga kepuncak, yaitu pos I (1.750 m dpl), pos II (2.000 m dpl),pos bayangan (2.500 m dpl), dan bagian puncak (2.850-3.340 m dpl).


GUNUNG SUMBING


Nama : Gunung Sumbing Nama Kawah : Kawah Sumbing Lokasi : Desa Pager Gunung, Kecamatan Tjepit, Kabupaten Temanggung Ketinggian : 3. 340 m dpl Wilayah : Kabupaten Temanggung, Magelang, Wonosobo dan Purworejo. Kota Terdekat : Temanggung (Timur laut), Parakan (Utara), Wonosobo (Barat), dan Magelang (Tenggara). Tipe Gunung : Gunung Api strato tipe B Pos Pengamatan : Desa Genting Sari, Parakan-Temanggung pada Ketinggian 950 m dpl.


Dipos I (hutan rapat) terdapat shelter dan lahan bivak. Sedangkan pos II (Wilayah Terbuka) didominasi padang rumput dan ilalang. Udara dipuncak cukup panas, angin kencang, dan cuaca cerah, dengan suhu dibawah 12 derajat Celciuse. Puncak terdiri atas batu-batuan, lapangan berpasir, kawah, dan belerang.


GUNUNG SINDORO


Setiap malam 1 sura, ribuan pecinta alam melakukan pendakian Sindoro. Gunung berketinggian 3.151 m itu juga memiliki beberapa keindahan alam, misalnya Telaga Ajaib dan bunga Abadi edelwis di puncak gunung. Para pendaki juga bisa melihat panorama terbit dan tenggelamnya matahari.

Sebagaimana Sumbing, Sindoro cocok untuk melakukan kegiatan wisata alam dan petualangan. Pendakian dilakukan melalui Desa Katekan, Kecamatan Ngadirejo, Temanggung. Selain panorama alam yang indah, pendaki bisa melihat para aktivitas petani di kebun.


GUNUNG SINDORO


Nama : Gunung Sindoro Nama Kawah : Kawah Sindoro Lokasi : Desa Katekan, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung Ketinggian : 3.155 m dpl Wilayah : Kabupaten Temanggung, dan Kabupaten Wonosobo. Kota Terdekat : Temanggung (Tenggara), Parakan (Timur), Wonosobo (Barat). Tipe Gunung : Gunung Api strato tipe B.


PUNCAK WONOTIRTO


Di Lereng Gunung Sumbing, di sebuah desa di Kecamatan Bulu, ada kawasan wisata yang cukup digemari, yaitu Puncak Wonotirto. Sepanjang jalan menuju lokasi, wisatawan bisa memandang hutan pinus dari kejauhan dan hamparan tanaman tembakau. Para penggemar wisata pegunungan tentu sangat menyukai suasana seperti ini. Dari kawasan puncak, kita bisa memandang lepas ke berbagai penjuru. Termasuk pada ujung Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro. Hal itu dimungkinkan karena Puncak Wonotirto berada di ketinggian 1.900-2.000 m dpl.


Untuk menuju lokasi lereng, wisatawan dapat menggunakan sepeda motor atau mobil. Tetapi sekitar 3 km sebelum puncak, perjalanan harus dilanjutkan dengan jalan kaki. Pemerintah Kabupaten Temanggung sudah menanami 16.000 ha lahan kritis dikawasan ini, dengan aneka komoditas pertanian.


MISTERI POHON WALITIS DI HUTAN RASAMALA


Pohon walitis di kawasan huitan Rasamala merupakan pohon terbesar di lereng Sumbing dan Sindoro. Hutan ini terletak di Desa Jetis, Kecamatan Selopampang, Tinggi pohon mencapai 30 meter, dengan lingkar batang 7,5 meter. Untuk memeluk batangnya saja diperlukan enam orang dewasa yang saling tautan sambil merentangkan kedua tangannya. Menurut masyarakat sekitar, pohon ini berasal dari tongkat salah seorang pengikut wali, yaitu Ki Ageng Makukuhan yang ditancapkan di tanah. Kawasan Walitis memiliki pemandangan alam yang indah dan udara pegunungan yang segar dan alami. Di Kawasan ini juga tumbuh rumpun tumbuhan bernama Rasamala. Karena itulah, kawasan tersebut dikenal sebagai hutan Rasamala. Keistimewaan tanaman dan hutan ini adalah tidak mempan oleh api.


Ketika terjadi kebakaran hutan di sebagian kawasan lereng Sumbing dan Sindoro beberapa waktu lalu, hutan Rasamala sama sekali tidak terjamah api. Untuk menjangkau rumpun pepohonan Rasamala yang luasnya mencapai 1,5 hektar, para wisatawan harus mendaki melalui jalan setapak. Jarak pendakian ini sekitar 1,5 km dari pohon walitis.


PROSPEK PENGEMBANGAN


Melihat potensinya yang besar, kawasan Sindoro-Sumbing bisa dikembangkan menjadi kawasan wisata andalan di jateng. Peluang yang bisa digarap antara lain: - Membangun fasilitas kereta gantung din lereng utara gunung Sumbing, tepat di Kledung Pass. - Membangun hotel/restoran di jalur strategis, terutama Kledung. - Pembangunan kawasan agrowisata Kledung Pass. - Membangun bumi perkemahan dan camping ground di kawasan Walitis, untuk mewadahi kegiatan para pemuda di Jawa Tengah. - Membangun kawasan khusus (adventure zone) di Kledung Pass. - Mendirikan event organizer khusus yang menyelenggarakan berbagai kegiatan pecinta alam dan outbond. - Menciptakan lebih banyak lagi desa-desa wisata.(RS)

Menguak Siapa Pemilik Puncak Gunung Fuji?

  Menguak siapa pemilik  puncak Gunung Fuji  sangat menarik untuk diketahui. Pasalnya  Gunung Fuji  yang memiliki ketinggian hingga 3.776 md...